Di dalam sebuah artikel ilmiah populer, penulis tidak hanya menyajikan data-data ilmiah, tetapi juga menyertakan pandangan atau pendapat pribadi mereka.
Kita bisa membedakan mana informasi yang berupa fakta dan mana yang berupa opini. Yuk, kita pelajari ciri-cirinya dan cara mengidentifikasinya lewat tabel kerja di bawah ini!
1. Memahami Perbedaan Fakta dan Opini
Sebelum mengisi lembar kerja, mari kita ingat kembali definisi dan karakteristik dari kedua unsur ini:
- Fakta: Informasi atau peristiwa yang benar-benar terjadi, nyata, memiliki bukti yang sah, bersifat objektif (apa adanya), dan kebenarannya diakui oleh semua orang. Fakta biasanya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, dan berapa.
- Opini: Pendapat, tanggapan, pandangan, atau perkiraan seseorang terhadap suatu peristiwa. Opini bersifat subjektif (tergantung sudut pandang masing-masing orang) dan kebenarannya belum tentu mutlak. Opini biasanya mengandung kata-kata sifat atau bermakna relatif (seperti: sangat, sebaiknya, tampaknya, menurut saya).
2. Format Tabel : Analisis Fakta vs Opini
| No | Kutipan Kalimat dalam Artikel | Kategori (Fakta / Opini) | Alasan / Bukti Pendukung |
| 1 | Fasilitas sanitasi di sekolah kita perlu segera diperbaiki karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. | Opini | Mengandung kata sifat (perlu segera, sangat memprihatinkan) yang penilaiannya subjektif bagi tiap orang. |
| 2 | Berdasarkan data kuesioner, sebanyak 56 responden dari siswa kelas VIII telah mengisi survei kesehatan lingkungan. | Fakta | Memiliki data kuantitatif yang jelas dan nyata (56 responden siswa kelas VIII) dan dapat dibuktikan keabsahannya. |
| 3 | Menggunakan kartu pos buatan sendiri tampaknya jauh lebih menyenangkan daripada membeli kartu pos instan di toko. | Opini | Mengandung kata perkiraan (tampaknya) dan preferensi pribadi (jauh lebih menyenangkan). |
| 4 | Kegiatan jalan sehat massal (Car Free Day) di pusat kota dilaksanakan setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. | Fakta | Menyatakan waktu dan jadwal peristiwa yang benar-benar terjadi dan bersifat objektif. |
