Kemampuan literasi, berpikir kritis, dan kemampuan menyusun informasi secara kronologis dapat dilatih dengan membaca teks rekon. Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan berfungsi secara sosial dan menyajikan konteks nyata yang disajikan dalam teks rekon. Teks ini berfungsi menyampaikan informasi faktual atau pengalaman nyata kepada pembaca.
Pengertian Teks Rekon
Peristiwa atau kejadian faktual bisa jadi sejarah dalam kehidupan seseorang, kelompok, negara, atau bahkan dunia. Rekaman peristiwa sejarah atau kejadian faktual yang benar-benar terjadi itu dapat ditulis dengan runtut. Hasil tulisannya disebut teks rekon. Kata “rekon” secara harfiah tidak berdiri sendiri sebagai entri baku di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Teks ini diadaptasi dari bahasa Inggris, yaitu recount text, yang berfungsi untuk menceritakan kembali kejadian, peristiwa, atau pengalaman masa lalu secara kronologis.
Tujuan utama teks rekon adalah menyampaikan informasi faktual, memberikan edukasi, serta mengenang kembali peristiwa penting di masa lalu atau menghibur pembaca lewat cerita masa lalu. Melalui materi ini, siswa belajar membedakan fakta, menyusun data historis atau biografi, serta menuangkan pengalaman pribadi dengan kaidah kebahasaan yang tepat sehingga siswa mampu memiliki keterampilan menulis dan membaca secara objektif.
Jenis-Jenis Teks Rekon dan Contohnya
Teks rekon tidak bersifat tunggal. Berdasarkan sifat isi dan sumber data yang ditulis, teks rekon secara umum dikelompokkan menjadi tiga jenis utama. Berikut adalah penjelasan detail beserta contoh konkretnya:
1. Rekon Pribadi
Rekon pribadi adalah teks cerita ulang yang memuat pengalaman atau kejadian yang dialami oleh seseorang secara langsung dan bersifat pribadi. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman menarik. Sering kali, teks jenis ini disampaikan dengan gaya bahasa yang lebih ekspresif dan subjektif.
- Contoh topik: Pengalaman masa kecil, pengalaman belajar di kelas baru, kegiatan sekolah, wisata, olahraga, atau keterlibatan dalam organisasi.
- Contoh Teks Rekon Pribadi: Kegiatan Olahraga (Semangat Tim Songolas)
Hari itu aku ingat betul pertama kali masuk klub basket sekolah pada bulan Agustus tahun 2025. Aku menjadi pemain paling pendek di sana. Tinggi rata-rata temanku 160 cm, sedangkan aku hanya 150 cm. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangatku untuk tetap bergabung dalam tim Songolas.Latihan rutin kami dijadwalkan seminggu dua kali, yaitu pada hari Selasa dan Minggu. Pelatih memberikan posisi forward padaku setiap latihan, meskipun terkadang aku juga bermain sebagai guard. Karena tubuhku kecil dan lincah, pelatih percaya aku dapat mengecoh lawan.Berkat rutin latihan yang diiringi dengan berenang setiap hari Sabtu, serta konsumsi protein, susu, dan sayur seimbang, setahun kemudian tinggi tubuhku naik secara drastis. Sekarang tinggiku sudah 160 cm.
2. Rekon Faktual (Informatif)
Berbeda dengan rekon pribadi yang subjektif, rekon faktual atau informatif menyajikan cerita ulang mengenai kejadian nyata berdasarkan data objektif. Penulis tidak harus terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Tujuannya adalah memberikan informasi yang akurat kepada pembaca.
- Contoh topik: Laporan kepolisian, reka ulang kejadian kecelakaan (rekonstruksi kejahatan), eksperimen ilmiah, sejarah suatu tempat, atau sejarah komunitas tertentu.
- Contoh Teks Rekon Faktual: Kecelakaan Beruntun di Tol Pandaan-Malang
Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Tol Pandaan-Malang Km 77 arah Surabaya. Peristiwa tragis ini berlangsung pada hari Minggu, 25 September 2022 sore, sekitar pukul 17.15 WIB.Berdasarkan data dari PJR Polda Jatim, kecelakaan ini bermula ketika bus Restu bernomor polisi N-7091-UG menabrak kendaraan di depannya. Tabrakan beruntun tersebut kemudian melibatkan empat kendaraan lain secara beruntun, yaitu Toyota Avanza L-818-ZA, Honda Odyssey N-1939-BF, serta dua truk tangki Pertamina dengan nomor polisi L-8241-UG dan B-9112-SEI. Akibat benturan keras, beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah dan jalur tol sempat mengalami kemacetan.Pascatabrakan, para korban yang mengalami luka-luka segera dievakuasi oleh petugas dan dilarikan ke RSUD Lawang, Kabupaten Malang untuk mendapatkan perawatan medis. Kasus kecelakaan ini pun langsung ditangani oleh pihak kepolisian setempat.
3. Rekon Imajinatif
Rekon imajinatif adalah jenis teks cerita ulang yang menceritakan kisah masa lalu yang bersifat rekaan atau fiksi dengan tambahan unsur imajinasi. Tujuannya adalah untuk menghibur pembaca sekaligus memberikan pesan moral tertentu kepada pembaca.
- Contoh topik: Dongeng, legenda, atau cerita fantasi yang tidak benar-benar terjadi di dunia nyata namun disampaikan berurutan.
- Contoh Teks Rekon Imajinatif: Legenda Kali Mewek
Di sekitar aliran Kali Mewek yang mengalir di utara Kota Malang, tepatnya di Jalan Ikan Tombro Barat, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, warga setempat mengembangkan kawasan Bamboo Mewek Park. Di balik keindahan ruang terbuka hijau tersebut, nama Kali Mewek ternyata menyimpan cerita legenda yang sangat lekat dengan sosok Ken Dedes pada masa lampau.Kisah ini bermula ketika Ken Dedes, putri Mpu Purwa yang cantik jelita, sedang mandi di sungai. Secara tak terduga, ia diculik oleh penguasa Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung. Sepanjang perjalanan melintasi sungai saat dilarikan oleh Tunggul Ametung, Ken Dedes terus meronta-ronta dan menangis terisak (dalam bahasa Jawa disebut mewek). Karena tangisan yang terus membekas di sepanjang aliran air itulah, warga setempat kemudian menamai sungai tersebut Kali Mewek.Sayangnya, saat penculikan itu terjadi, masyarakat di sekitar wilayah Panawijyan (sekarang Polowijen) hanya diam saja dan tidak berusaha menghentikan tindakan Tunggul Ametung. Hal ini memicu kemarahan mendalam dari Mpu Purwa yang mendengar tangisan putrinya. Sebagai akibat dari sikap diam warga, Mpu Purwa mengutuk tanah wilayah tersebut akan menjadi gersang dengan sumur-sumur yang kering. Tidak hanya itu, ia juga bersumpah bahwa siapa pun yang melarikan Ken Dedes kelak akan mati tertusuk keris.Sumpah dari Mpu Purwa tersebut terbukti menjadi kenyataan di masa depan. Tanah Polowijen sempat mengalami kegersangan, dan Tunggul Ametung pada akhirnya tewas mengenaskan setelah ditusuk menggunakan keris Mpu Gandring oleh pengawalnya sendiri, Ken Arok. Hingga saat ini, nama Kali Mewek terus abadi menjadi pengingat akan kisah pilu dan kutukan di masa lalu tersebut.
Struktur Pembangun Teks Rekon
Untuk menyusun teks rekon secara utuh, sistematis, dan bermakna, penulis atau siswa harus memperhatikan tiga struktur utama berikut:
| Bagian Struktur | Penjelasan Fungsi Struktur |
| 1. Orientasi (Pengenalan) | Bagian awal yang mengenalkan latar belakang cerita. Biasanya bagian ini menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang terlibat? Di mana kejadiannya? Kapan terjadinya? |
| 2. Urutan Peristiwa (Events) | Rangkaian rekaman kejadian yang disusun secara berurutan sesuai waktu terjadinya (kronologis). Bagian inti ini bisa terdiri dari beberapa paragraf. |
| 3. Reorientasi (Penutup) | Bagian akhir cerita yang berisi kesimpulan, opini pribadi, atau kesan yang dirasakan oleh penulis setelah mengalami peristiwa tersebut. Sifatnya opsional (boleh ada boleh tidak). |
Khusus pada bagian Reorientasi, struktur ini tidak boleh dianggap remeh. Reorientasi pada struktur teks rekon berfungsi mengajak siswa mengambil pembelajaran moral atau hikmah dari sebuah kejadian nyata agar tidak mengulangi kesalahan serupa di masa yang akan datang.
Ciri Kebahasaan Teks Rekon
Saat menulis teks rekon, kita wajib mematuhi aturan dan menggunakan unsur kebahasaan berikut agar tulisan mengalir dengan logis:
- Menggunakan Kata Ganti Orang: Menggunakan kata seperti Aku, Saya, Kami, Mereka, Dia (bergantung pada jenis rekon yang ditulis).
- Menggunakan Keterangan Waktu & Tempat: Berfungsi memperkuat kejelasan cerita. Contohnya: Minggu lalu, di sekolah, kemarin pagi, di laboratorium, pada bulan Agustus tahun 2025, pukul 17.15 WIB.
- Menggunakan Kata Kerja Aksi (Tindakan): Kata kerja yang menunjukkan aktivitas fisik nyata. Contohnya: Membaca, menulis, mendengarkan, berkunjung, berdiskusi, menabrak, menamai.
- Menggunakan Konjungsi Temporal (Kata Hubung Waktu): Kata yang menyambungkan urutan kejadian agar kronologis. Contohnya: Pertama, setelah itu, kemudian, lalu, akhirnya.
Kesimpulan
Memahami teks rekon secara menyeluruh memberikan fondasi yang kuat bagi siswa untuk menyusun informasi secara objektif dan bernilai edukasi tinggi. Dengan mengenali perbedaan struktural dan kebahasaan antara rekon pribadi, faktual, hingga imajinatif, proses kreatif menulis cerita ulang menjadi jauh lebih terarah. Bagi rekan-rekan guru yang ingin menguji pemahaman siswa di kelas secara langsung, silakan akses halaman latihan khusus pada tautan [LKPD Teks Rekon Kurikulum Merdeka] yang telah kami sediakan secara terpisah
